23 Desember 2008

eks-mur


inilah tampang anak paresmapa yang nyasar ketika melakukan ekspedisi di muria




Kasian nich gue lagi-lagi nyasar



12 Oktober 2008

HUT SMAN 1 ke-60

Lagi lagi anak-anak PARESMAPA…… Kali ini moment yang amat dan sangat penting, anak-anak PARESMAPA yang biasanya bermain dengan alam, kini mereka berpartisipasi dalam acara SMAN1 Pati. Acara ini berjudul “meraih prestasi gemilang selama 60 tahun mengabdi” yang di gunakan untuk memperingati HUT SMAN 1 Pati yang ke 60.


Berlangsung pada tanggal 10-12 November 2008 di SMA N 1 Pati. Berarti kira-kira selisih -/+ 40 tahun sejak paresmapa di resmikanya pada tanggal 28 Oktober 1988. Dalam acara ini berisi banyak kegiatan diantaranya membuka stan.Kami selaku pengurus harian PARESMAPA angkatan XX yang terdiri dari Diska, Zaenuri, Valdo, Yeni, Vivi, Meilinda, Ema, Alif, M.Prasetyo, Teguh B, Pebtana, Agung, Ervan, Iwan S, dan Amelio membuka stan. kami memperkenalkan beberapa alat yang digunakan dalam pendakian, contoh: Ransel, tenda, kompor mini, dan masih banyak lagi. Kami juga menjual beberapa matras, pin PARESMAPA,pin SMA 1 Pati, carabiner mini, frok mini, stiker PARESMAPA . Dalam penjualan kali ini, semua pin PARESMAPA habis terjual namu stikernya hanya beberapa ynag tersisa.

Untuk lebih membuat pengunjung agak terkesan kami berinisiatif untuk membuat sebuah kolam dari bahan-bahan bekas. Bahan-bahan bekas ituterdiri dari bata banguna n yKami juga menyediakan papan tulis untuk tempat menulis/ menuangkan komentar, kritik dan saran dari pengujung dan warga SMA 1 Pati sendiri. Ada juga foto pejuang-pejuang PARESMAPA di era 80-an, salah satunya ialah mantan Pembina PARESMAPA di tahun 90-an yaitu Bpk Sutomo guru mapel Penjasorkes.

Untuk memeriahkan acara ini, kami juga meminjam alat-alat yang digunakan untuk Flying Fox. Kami meminjam dari FPTI pati (Forum Panjat Tebing Indonesia) y ang berupa tali karmentel statis, carabiner, kong, webbing dan hernes.

Kami juga banyak menngucapkan banyak terimakasih kepada panitia bazaaratas pengarahan sebelum dan sesudah kegiatan, anak-anak PARESMAPA angkatan XIX dan XXI yang banyak membantu dalam pelaksanaan kegiatan , dan Lexus (alumni 1991), Sidik (alumni 2005), Haris (alumni 2007) atas ide-ide gilanya.

05 Oktober 2008

Reonion Q



Reonie











31 Agustus 2008

peserta diklat 1 angkatan 21

Calon calon penghuni paresmapa



Bagas Abima aji
M.Zalaludin FS
Indah
Idi Hari P
Ficky
Aditya
Rika
Enggar Nur S
Fury
Jamaludin
Widyastika Anggi R
Rini Riana
Dita Arisandi
Dariati
Bella
Tegar A S
Swastika I.K
Aiesa
M.Deni Hermawan
Sayyidatik I
Bahrul Halimi
F.I.Hukmia
















15 Agustus 2008

Open Together "Met Ultah bwt Lexus"


Buko...........!!!!!!!!!!!!!!!!!!









16 Mei 2008

05 April 2008

Ter Mulus deh Jalanya


Mulus- mulus sampe mules



























01 April 2008

Mading rekayasa kami

Memang bisa di anggap diklat 2 susulan di jadikan ajang latihan yang pertama bagi anak-anak PARESMAPA angk-XX, namun ini dating lagi tugas baru yang dapat digunakan untuk bahan latihan yaitu Pembuatan Mading kegiatan tahun lalu (2007).



Menurut sejarah yang telah terjadi, madding ini keluar hanya satu tahun sekali dan hampir semua organisasi di SMA 1 Pati juga demikian. Mas Haris juga pernah bercerita kalau madding yang akan kalian buat itu, bermula dari saat ia kelas XII. “Dulu madingnya hanya berupa gambar-gambar dan sedikit nootbook saja….!!!, kemudian ada usulan dari alumni untuk memberi keterangan yang menyangkut 5W+1H tentang kegiatan tersebut. Lalu sesuai perkembangan akhirnya bisa jadi hinga seperti ini.
Pengerjaan madding ini dimulai sekitar bulan Februari usai Diklat 2 susulan. Kali ini tidak ada yang namanya korlap, namun Pimpinan Redaksi yaitu Valdo A. Serta para kru yang telah membantu sebagai redaksi yaitu Diska, Ema, Yeni, Vivi, Meilinda, Zaenuri, Alif, Nyox, Supri (Bang Jab), Tina, layout oleh peppy dan finishinya Agung dan Teguh Budi. kami banyak di bantu oleh Mas Haris (XVII) dan para alumnus yang lain, terutama dalam hal penyuntingan artikel dan alokasi waktu. Salah satu hal yang baru ialah tentang profil Pembina baru paresmapa yaitu MR Anamta (pengampu mapel seni Rupa).Beliau menggantikan Pak Eko Wahono yang pindah ke SMA 3 Pati sebagai Pembina baru. Ucapan semangat untuk kakak-kakak kelas tiga yang akan menempuh ujian nasional khususnya kakak Paresmapa angk-XVII.
Penempatan Mading biasanya di letakkan di tembok (masak di lantai) antara ruang TRRC dan TU. Selain murid yang melihat, guru-guru juga bisa melihat dokumentasi tersebut.Sebenarnya dalam pembuatan madding tersebut tidak banyak mengalami kendala, namun banyaknya waktu yang tersita. Contohnya: Anak kelas X ada Kemah bakti, kelas XI study tour ke Bali dan ada lomba mapel kabupaten. Namun walaupun begitu, madding dapat selesai sebelum bulan april.Ternyata ada ide lagi untuk buat Buletin, namun karena hampir bulan april akhirnya yang mendesain semuanya para alumni (Thank’s to alumni). Dan ketika pemasangan madding di tempatnya, kami juga menempel bulletin tersebut dikelas-kelas.

Mau Lihat Madingnya.






22 Maret 2008

World Day

Peringatan hari bumi


   Hari Bumi-----pada Sabtu, 22 Maret 2008 di peringati hari Bumi (entahyang keberapa). Kegiatan ini berisi kegiatan membersihkan Seluruh isi SMA 1 Pati dari sampah-sampah kotor. Kami juga mengajak partisipasi warga SMA 1 Pati untuk membantu kelancaran kegiatan ini. Pelaksanaanya usai pulang sekolah (karena pulang lebih awwal). Kegiatan peringatan ini selain untuk mengingatkan warga SMA 1 Pati tentang bumi kitainiyang makin lama makin Kotor juga sebagai proker anak-anak PARESMAPAangk-XIX.



    Kegiatan ini banyak mengalamkendala yang aneh-aneh dan bertubu-tubi. Diantaranya, anak-anak kelas XI baru kemaren pulang dari Bali (Jum’at 21 Maret 2008). Serta izin yang baru keluar dari sekolah karena baru pulang(aduh kocar wa kacir). Karena izinya terlambat maka pembagian denahuntuk tempat bersih-bersih juga terhambat. Anak-anak angk-XX juga sibuk mengerjakan madding. Namun tidak masalah, kegiatan dapat berjalan walau gak ada satu anak warga SMAN 1 pun yang membantu (kecuali anak2 PARESMAPA). Walau hanya membersihkan halaman tengah saja.

   Salah satu diantara yang berpartisipasi ialah Erna, Tina, Fitria, Supri, Valdo, Alif, Iwan, Zaenuri, YEni, Agung, M.Prasetyo, Pepy.Ternyata, walau hanya lapangan tengah dan beberapa sekitar kelas banyak sampah anorganik yang menyumbat selokan sekolah (menjijikan). Tidak hanya itu, banyak sampah-sampah di kelas yang menumpuk dan tidak di buang. Setelah selesai dan merasa sudah cukup akhirnya kami menyudahinya, kemudian kami membicarakan tentang madding dan rencana muncak ke termulus.










09 Februari 2008

Diklat 2 Susulan

Diklat Susulan 2 Paresmapa angk-20


 


   Usai dikat 2 dan pelantikan di Jollong kemaren yang dilaksanakan ketika liburan semester 1 pada tanggal 6-8 Januari 2008, ternyata menimbulkan keinginan para peserta tersebut untuk secepatnya mejadi seorang panitia, Hal itupun di setujui oleh para tetua PARESMAPA dan pengurus harian Paresmapa angkatan XIX. Akhirnya di buat suatu kesepakatan bahwa akan diadakanya siklat 2 dan pelantikan susulan yang di panitiai oleh angk-XX. Hal itu juga termasuk susunan panitianya, kebetulan yang di tunjuk untuk jadi Korlap ialah Zaenuri. Serta bantuan dari berbagai element paresmapa yang terkandung di dalamnya.


 Selain itu, dengan mempertimbangkan anggota paresmapa angkatan XX yang haanya berjumlah 10 orang dan tekat keinginan berjuang dari Ema, Agung, Pebtana, M,Prasetyo, dan iwan yang bersi keras untuk megikuti kegiatan diklat susulan tersebut. Dengan mempertimbangkan beberapa hal lagi diantaranya tgl 14 Feb ada pilkades, kegiatan ini di laksanakan pada tanggal 9-10 Februari 2008 di sekolah kita tercinta. Acara ini memang acara yang lumayan aneh…..


    acara ini dilaksanakan karena ada yang mau jadi anggota namun kemaren tidak bias ikut diklat 2 yg real (mungkin terbawa cuaca, malas ato banyak deh semacamnya. Sore itu para pesertapun berkumpul di sekolah dan seperti biasa mendapat brievink dari Lexus Isinya seperti diklat 2 (duplicat’e) namun acarane luwih singkat only 1 hari (Kl diklat 2 sing tenan 3 hari). Wah tapi iki luwah loro dari pada diklat 2 sing tenan karena tekanan mental dr panitia. Prosesi pertama yaitu mountenering (usai MC) yang enggunakan tower dari tingkat ke-2.  kegiatan ini sempat terhambat oleh oleh hujan namun, akhirnya dapat berjalan sesuai Job. Kini evalusi tentang mountenering

   “Dek kamu nggak lihaat sepaatu saya ini?”(what the reason)

“Lihat ini gara-gara siapa?”

“Biar saya jahit kak?”

“Kamu bawa alat jahit?”

“Atau saya pinjami kak?”

“Kamu yakin berapa ukuran sepatumu?”

“40”


  Waktu ishomapupun datang dan disusul oleh materi malam. Kini waktu untuk materi malam telah habis . Kini tiba waktu evaluasi oleh para panitia, memang tragis dan kejam mereka di habisi oleh teman seangkatanya sendiri. Usai itu gentian Aksi Dementorpun datang memakan otak mereka. Ada peserta yang jatuh karena tak kuat untuk melaksanakan kegiatan ini. Hujan juga menyusul, akhirnya acara itupun selesai…. Lexus lalu member brevink sedikit. Ada yang menangis dan ada yang tertidur.


  Keesokan harinya, setelah ishoma mereka langsung senam si belakang kridangga. Acara pertamapun di mulai, Navigasi darat dan SAR. Rutenya sembrawut, dari SMA menuju ke karisidenan, gambiran, kali cikar. Lumayan lama deh… dan saat itu pula banyak tingkah konyol panitia yang  membuat para peserta tersenyum.Banyak penipuan yang dilakukan panitia kepda peserta .

“Lihat ada sungai besar, tapi untuk semut”

“Itu peta tahun 40-an, mungkin dulunya lebar”


   Perjalananpun berlangsung hingga sampai di kali cikar. Kali ini pelaksanaan sar dilakukan dari sungai tersebut. Mereka mulai membidik dimana letak datum korban berada. Mereka mulai meneriakkan nama Korban (Baboler Viprolarala Hidlara soeaima) sambil berjalan pola track line. Ingat peraturan pasal larangan nomor 8 dan 9. Memang sulit kalo harus berjalan diantara tumbuhan padi  dan tebu menggunakan poa tersebut (Namun bagaimana lagi?). Diantara mereka ada yang menemukan sandal korban yang tertinggal.

“Apa ayam boiler”

“Itu dek ada yang minta lontong”

    Mereka masih dalam kebingungan…. Dengan teriakan salah seorang teman korban, merekapunmenyadari dimana korban berada. Korban di evakuasi, namun kasihan korban tidak terselamatkan. Mereka gagal, akhirnya mereka kembali ke sungai tadi dengan banyak… Ishoma dan sekarang pertanggungjawaban dan evaluasi. Ketika para panitia mengevaluasi peserta di genangan air yang banyak ulatnya itu.

“Saya tahu… itu kaos minjam, jadinya dirawat yang baik?”

“Langsung saja”


   Usai itu peserta disuruh kembali ke SMA melalui jalan yang mereka pilihsendiri. Sampai disana mereka ishoma sebentar dan kemudian dilanjutkan penyampaian kode etik pencinta alam seindonesia. Acarapun di akhiri dengan upacara pelantikan simbolis. Akhirnya mereka dilantik, usai berusaha sekeras ini. Hal inipun dilajutkan dengan penyerahan slayer yang dilakukan 2 minggu usai mereka di lantik. Serta mulai detik inilah anak-anak paresmapa angkatan XX yang kini berjumlah 15 anak ini akan dididik dan dilatih supaya dapat menjalankan tugas-tugas mereka seterunya.


 


 


 


.


 

08 Januari 2008

Aksi Dementor

Diklat 2 & pelantikan calon anggota paresmapa angkatan xx 


  Hari nie tepatnya pada tanggal 6-8 Januari 2008 kami mengikuti acara yang namanya Diklat 2 & pelantikan cah Paresmapa…..Lagi2 acaranya dilakukan di Jollong(wis byasa) and selama 3 hari. Jumlah peserta and panitianya menurun…. 10 peserta and 8 panitia( 4 panitia lapangan dan 4 panitia operasional) but alumni and senior banyak yang datang lho???

Peserta:

ં Amelio
ં Yeni 
ં Ervan 
ં Zaenuri
ં Valdo
ં Vivi
ં Meilinda
ં Teguh 
ં Alif
ં Diska

Panitia

  Ita (Panitia Lapangan)
  Erna (Panitia Lapangan)
  Fuad (Panitia Lapangan)
  Junaidi (Panitia Lapangan)
  Tina
  Supri
  Izza
  Yandi
   
hari pertama 

  Acara demi acara dilaksanakan, Oops…. Pokoknya bleng semua (daya pikir menurun) Dari berangkat saja sudah terlihat begitu tegang dan penuh aksi yang memilukan hati. Teriakan PARESMAPA-Jaya tidak membuat hati lega, malah membuat tambah…??? Usai MC(minum es cendol), kami menuju sungai Ndoroto (nama gaul’e) untuk melaksanakan acara Mountenering (siap, kak Dementor) yang meliputi Repling and Perusiking. Wah usai itu semua, Kakak Dementor mengajak kami mandi di kali, sayang mereka terlalu jaim, jadinya mereka tidak mau ikut mandi…… Pluk… pluk… pluk…. berulang kali suara itu terdengar. Getaran kaki dan gerakan gigi terdengar hingga ujung telinga. Kebersamaan harus jadi modal utama untuk membayar hutang kami. Kakak Dementorpun menceritakan apa yang harus kami lakukan (sebagai calon anggota), pokok’e ngasek wegah ngrungokkene karo njawabe. Kembali ke-SD, acara demi acara disusul hingga materi malam selesai and waktunya untuk beristirahat total.  

hari kedua 

  Fajar datang…. Aduh…. kepala, mata, pundak tangan, kaki, rasane mati. Wah ada acara yang super aneh lagi namanya Senam unik yang membuat tambah linu. Acara SAR (Search and Resque)pun dimulai. Wah intinny only mencari korban yg sudah menunggu diantara belantara kopi. Wis kakean neko2 iseh mblasak2 alas sisan. Koyok nggolek korban tenanan…. Kalo Gak salah korbane jenenge “Procokolocopo cailai toanbula”. Pas korbanya sudah di temukan, langsung di evakuasi… Korban banyak maunya… minta rokok, minta susu putih, minta dikipasi, minta kopi(ada tapi belum di olah) pokoknnya aneh2 deh…….!!!!!! Yang membuat tambah seru itu pas nggotong korban menggunakan dragbar (made in peserta) …… sampai di pos akhirnya korbanpun meninggal…. (ini hanya fiktif belaka, kalo ada kesamaan pasti dah pernah baca artikel ini). 

  Kemudian kami kembali ke SD….. Sore, sore, sore,….. sore kak…kami kira mereka mau bercerita and menagih hutang lagi… E.. ternyata Senam unik. Kali ini banyak korban (true) berjatuhan dan tiduran di area yang brselimutkan rumput . Materi malam dimulai, badan terasa pegal2 njarem dan masih buanyak lagi. Usai semua itu kami digiring ke lapangan,…. seperti biasa mereka ingin mengambil kebahagaiaan, kesenangan dan ingatan kami yang baik2. Sebagian dari kami jatuh… jatuh… jatuh… jatuh lagi dan ada yang mencucurkan air mata ketakutan. Tiba-tiba dari atas terdengar suara yang mampu menghentikan eksekusi dari para dementor. Pak Anamta ikut turun kelapangan menghajar para dementor, Kata2 pemimpin dementorpun kalah dengan kerasnya temperature kemarahan beliau.Apa yang dilakukan para Dementor? Balas mereka… Hukuman untuk Dementor, terserah kalian tapi itu untuk kalian semua. Hukuman dilaksanakan, usai itu tiba-tiba mereka hilang di telan angin disusul kedatangan Omsus…. Suara rintihan tangis masih belum usai, (apakah ini hadiah dari bertambahnya umurku) semakin lama, semakin keras hingga Om sus membuka mulutnya…. Ia berceritakan beberapa pengalamanya ketika ia masih berusia muda. 

hari ketiga (The final Batle) 

  Pagi-pagi yang kami rasakanpun masih sama, lagi-lagi ada senam unik… Acara dimulai, dari resection, orientasi medan dan peta, menghitung perkiraan waktu. Rasanya semua terbang… Kita harus mencapai titik B tersebut, jauh…. Apalagi kami sudah very capek deh… Diperjalanan kami hanya mendengar kata-kata yang sama, Pedih rasanya jika harus dilihat, berjalan terus keatas hingga merekapun merasa jemu mengucapkan kata-kata itu. Bidikan kami berulangkali meleset… kami mencoba dan terus mencoba hingga akhirnya sampai pada tempat tersebut, walau dengan alokasi waktu yang sangat banyak, bidikan yang meleset, orientasi yang salah dan masih banyak lagi. Hati kami lega hingga dementor mengatakan usai. Upacara pelantikan dilaksanakan, sebagian dari kami menjadi wakil dalam penyerahan slayer… Banyak hal-hal yang di sampaikan pak Anamta mengenai masalah kepencintaalaman yang dapat menimbulkan daya kreasi dan inovatif kami. Upacarapun usai kami kembali ke-SD untuk persiapan pulang ke Pati. 
Acara usai Merdeka…. Merdeka…. Kita telah merdeka