08 Januari 2008

Aksi Dementor

Diklat 2 & pelantikan calon anggota paresmapa angkatan xx 


  Hari nie tepatnya pada tanggal 6-8 Januari 2008 kami mengikuti acara yang namanya Diklat 2 & pelantikan cah Paresmapa…..Lagi2 acaranya dilakukan di Jollong(wis byasa) and selama 3 hari. Jumlah peserta and panitianya menurun…. 10 peserta and 8 panitia( 4 panitia lapangan dan 4 panitia operasional) but alumni and senior banyak yang datang lho???

Peserta:

ં Amelio
ં Yeni 
ં Ervan 
ં Zaenuri
ં Valdo
ં Vivi
ં Meilinda
ં Teguh 
ં Alif
ં Diska

Panitia

  Ita (Panitia Lapangan)
  Erna (Panitia Lapangan)
  Fuad (Panitia Lapangan)
  Junaidi (Panitia Lapangan)
  Tina
  Supri
  Izza
  Yandi
   
hari pertama 

  Acara demi acara dilaksanakan, Oops…. Pokoknya bleng semua (daya pikir menurun) Dari berangkat saja sudah terlihat begitu tegang dan penuh aksi yang memilukan hati. Teriakan PARESMAPA-Jaya tidak membuat hati lega, malah membuat tambah…??? Usai MC(minum es cendol), kami menuju sungai Ndoroto (nama gaul’e) untuk melaksanakan acara Mountenering (siap, kak Dementor) yang meliputi Repling and Perusiking. Wah usai itu semua, Kakak Dementor mengajak kami mandi di kali, sayang mereka terlalu jaim, jadinya mereka tidak mau ikut mandi…… Pluk… pluk… pluk…. berulang kali suara itu terdengar. Getaran kaki dan gerakan gigi terdengar hingga ujung telinga. Kebersamaan harus jadi modal utama untuk membayar hutang kami. Kakak Dementorpun menceritakan apa yang harus kami lakukan (sebagai calon anggota), pokok’e ngasek wegah ngrungokkene karo njawabe. Kembali ke-SD, acara demi acara disusul hingga materi malam selesai and waktunya untuk beristirahat total.  

hari kedua 

  Fajar datang…. Aduh…. kepala, mata, pundak tangan, kaki, rasane mati. Wah ada acara yang super aneh lagi namanya Senam unik yang membuat tambah linu. Acara SAR (Search and Resque)pun dimulai. Wah intinny only mencari korban yg sudah menunggu diantara belantara kopi. Wis kakean neko2 iseh mblasak2 alas sisan. Koyok nggolek korban tenanan…. Kalo Gak salah korbane jenenge “Procokolocopo cailai toanbula”. Pas korbanya sudah di temukan, langsung di evakuasi… Korban banyak maunya… minta rokok, minta susu putih, minta dikipasi, minta kopi(ada tapi belum di olah) pokoknnya aneh2 deh…….!!!!!! Yang membuat tambah seru itu pas nggotong korban menggunakan dragbar (made in peserta) …… sampai di pos akhirnya korbanpun meninggal…. (ini hanya fiktif belaka, kalo ada kesamaan pasti dah pernah baca artikel ini). 

  Kemudian kami kembali ke SD….. Sore, sore, sore,….. sore kak…kami kira mereka mau bercerita and menagih hutang lagi… E.. ternyata Senam unik. Kali ini banyak korban (true) berjatuhan dan tiduran di area yang brselimutkan rumput . Materi malam dimulai, badan terasa pegal2 njarem dan masih buanyak lagi. Usai semua itu kami digiring ke lapangan,…. seperti biasa mereka ingin mengambil kebahagaiaan, kesenangan dan ingatan kami yang baik2. Sebagian dari kami jatuh… jatuh… jatuh… jatuh lagi dan ada yang mencucurkan air mata ketakutan. Tiba-tiba dari atas terdengar suara yang mampu menghentikan eksekusi dari para dementor. Pak Anamta ikut turun kelapangan menghajar para dementor, Kata2 pemimpin dementorpun kalah dengan kerasnya temperature kemarahan beliau.Apa yang dilakukan para Dementor? Balas mereka… Hukuman untuk Dementor, terserah kalian tapi itu untuk kalian semua. Hukuman dilaksanakan, usai itu tiba-tiba mereka hilang di telan angin disusul kedatangan Omsus…. Suara rintihan tangis masih belum usai, (apakah ini hadiah dari bertambahnya umurku) semakin lama, semakin keras hingga Om sus membuka mulutnya…. Ia berceritakan beberapa pengalamanya ketika ia masih berusia muda. 

hari ketiga (The final Batle) 

  Pagi-pagi yang kami rasakanpun masih sama, lagi-lagi ada senam unik… Acara dimulai, dari resection, orientasi medan dan peta, menghitung perkiraan waktu. Rasanya semua terbang… Kita harus mencapai titik B tersebut, jauh…. Apalagi kami sudah very capek deh… Diperjalanan kami hanya mendengar kata-kata yang sama, Pedih rasanya jika harus dilihat, berjalan terus keatas hingga merekapun merasa jemu mengucapkan kata-kata itu. Bidikan kami berulangkali meleset… kami mencoba dan terus mencoba hingga akhirnya sampai pada tempat tersebut, walau dengan alokasi waktu yang sangat banyak, bidikan yang meleset, orientasi yang salah dan masih banyak lagi. Hati kami lega hingga dementor mengatakan usai. Upacara pelantikan dilaksanakan, sebagian dari kami menjadi wakil dalam penyerahan slayer… Banyak hal-hal yang di sampaikan pak Anamta mengenai masalah kepencintaalaman yang dapat menimbulkan daya kreasi dan inovatif kami. Upacarapun usai kami kembali ke-SD untuk persiapan pulang ke Pati. 
Acara usai Merdeka…. Merdeka…. Kita telah merdeka