Diklat Susulan 2 Paresmapa angk-20
Usai dikat 2 dan pelantikan di Jollong kemaren yang dilaksanakan ketika liburan semester 1 pada tanggal 6-8 Januari 2008, ternyata menimbulkan keinginan para peserta tersebut untuk secepatnya mejadi seorang panitia, Hal itupun di setujui oleh para tetua PARESMAPA dan pengurus harian Paresmapa angkatan XIX. Akhirnya di buat suatu kesepakatan bahwa akan diadakanya siklat 2 dan pelantikan susulan yang di panitiai oleh angk-XX. Hal itu juga termasuk susunan panitianya, kebetulan yang di tunjuk untuk jadi Korlap ialah Zaenuri. Serta bantuan dari berbagai element paresmapa yang terkandung di dalamnya.
Selain itu, dengan mempertimbangkan anggota paresmapa angkatan XX yang haanya berjumlah 10 orang dan tekat keinginan berjuang dari Ema, Agung, Pebtana, M,Prasetyo, dan iwan yang bersi keras untuk megikuti kegiatan diklat susulan tersebut. Dengan mempertimbangkan beberapa hal lagi diantaranya tgl 14 Feb ada pilkades, kegiatan ini di laksanakan pada tanggal 9-10 Februari 2008 di sekolah kita tercinta. Acara ini memang acara yang lumayan aneh…..
acara ini dilaksanakan karena ada yang mau jadi anggota namun kemaren tidak bias ikut diklat 2 yg real (mungkin terbawa cuaca, malas ato banyak deh semacamnya. Sore itu para pesertapun berkumpul di sekolah dan seperti biasa mendapat brievink dari Lexus Isinya seperti diklat 2 (duplicat’e) namun acarane luwih singkat only 1 hari (Kl diklat 2 sing tenan 3 hari). Wah tapi iki luwah loro dari pada diklat 2 sing tenan karena tekanan mental dr panitia. Prosesi pertama yaitu mountenering (usai MC) yang enggunakan tower dari tingkat ke-2. kegiatan ini sempat terhambat oleh oleh hujan namun, akhirnya dapat berjalan sesuai Job. Kini evalusi tentang mountenering
“Dek kamu nggak lihaat sepaatu saya ini?”(what the reason)
“Lihat ini gara-gara siapa?”
“Biar saya jahit kak?”
“Kamu bawa alat jahit?”
“Atau saya pinjami kak?”
“Kamu yakin berapa ukuran sepatumu?”
“40”
Waktu ishomapupun datang dan disusul oleh materi malam. Kini waktu untuk materi malam telah habis . Kini tiba waktu evaluasi oleh para panitia, memang tragis dan kejam mereka di habisi oleh teman seangkatanya sendiri. Usai itu gentian Aksi Dementorpun datang memakan otak mereka. Ada peserta yang jatuh karena tak kuat untuk melaksanakan kegiatan ini. Hujan juga menyusul, akhirnya acara itupun selesai…. Lexus lalu member brevink sedikit. Ada yang menangis dan ada yang tertidur.
Keesokan harinya, setelah ishoma mereka langsung senam si belakang kridangga. Acara pertamapun di mulai, Navigasi darat dan SAR. Rutenya sembrawut, dari SMA menuju ke karisidenan, gambiran, kali cikar. Lumayan lama deh… dan saat itu pula banyak tingkah konyol panitia yang membuat para peserta tersenyum.Banyak penipuan yang dilakukan panitia kepda peserta .
“Lihat ada sungai besar, tapi untuk semut”
“Itu peta tahun 40-an, mungkin dulunya lebar”
Perjalananpun berlangsung hingga sampai di kali cikar. Kali ini pelaksanaan sar dilakukan dari sungai tersebut. Mereka mulai membidik dimana letak datum korban berada. Mereka mulai meneriakkan nama Korban (Baboler Viprolarala Hidlara soeaima) sambil berjalan pola track line. Ingat peraturan pasal larangan nomor 8 dan 9. Memang sulit kalo harus berjalan diantara tumbuhan padi dan tebu menggunakan poa tersebut (Namun bagaimana lagi?). Diantara mereka ada yang menemukan sandal korban yang tertinggal.
“Apa ayam boiler”
“Itu dek ada yang minta lontong”
Mereka masih dalam kebingungan…. Dengan teriakan salah seorang teman korban, merekapunmenyadari dimana korban berada. Korban di evakuasi, namun kasihan korban tidak terselamatkan. Mereka gagal, akhirnya mereka kembali ke sungai tadi dengan banyak… Ishoma dan sekarang pertanggungjawaban dan evaluasi. Ketika para panitia mengevaluasi peserta di genangan air yang banyak ulatnya itu.
“Saya tahu… itu kaos minjam, jadinya dirawat yang baik?”
“Langsung saja”
Usai itu peserta disuruh kembali ke SMA melalui jalan yang mereka pilihsendiri. Sampai disana mereka ishoma sebentar dan kemudian dilanjutkan penyampaian kode etik pencinta alam seindonesia. Acarapun di akhiri dengan upacara pelantikan simbolis. Akhirnya mereka dilantik, usai berusaha sekeras ini. Hal inipun dilajutkan dengan penyerahan slayer yang dilakukan 2 minggu usai mereka di lantik. Serta mulai detik inilah anak-anak paresmapa angkatan XX yang kini berjumlah 15 anak ini akan dididik dan dilatih supaya dapat menjalankan tugas-tugas mereka seterunya.
.